Socrates, Diogenes, Y「Indonesian Football Handicap」esus, Ayah, dan Ibu

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:IndonesiaLottery

FiIndoneIndonesian Football Handicapsian Football Handicaplsuf yang mengutamaIndonesian Football Handicapkan budaya lisan itu adalah tidak kurang dari guru Plato yaitu Sokrates. Meski tidak pernah menulis namun uIndonesian Football Handicapjar-ujar bijak Sokrates seperti misalnyaIndonesian Football Handicap, “I am the wisest man alive, for I know one thing, and that is that I know nothing”  atau “Strong minds discuss ideas, average minds discuss events, weak minds discuss people”  atau “Education is the kindling of a flame, not the filling of a vessel” atau “The secret of happiness, you see, is not found in seeking more, but in developing the capacity to enjoy less” ditulis oleh Plato, Xenophon, Aristophanes, dan Aristoteles.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

ERA Kolonialisme merajalela sejak bangsa Portugis, Spanyol, Inggris, Belanda mulai merambah ke seluruh pelosok dunia terutama melalui jalur laut.

Maka budaya tulisan dianggap lebih unggul ketimbang budaya lisan akibat memang bangsa penjajah relatif lebih banyak menggunakan budaya tulisan ketimbang lisan.

Pada kenyataan ilmu filsafat yang dianggap sebagai puncak segala ilmu justru filsuf paling terkemuka adalah seorang yang tidak pernah mewariskan tulisan tentang pemikirannya.

Secara ragawiah bangsa penjajah menaklukkan bangsa terjajah dengan menggunakan senjata mulai dari pedang, bedil, pistol sampai meriam.

Bahkan filsuf yang tidak pernah menulis itu sempat bersabda bahwa filsafat memang bukan untuk ditulis tetapi diperdebatkan secara lisan.

Bahkan kerap muncul pendapat bahwa budaya lisan menyebabkan bangsa terjajah tertinggal oleh bangsa penjajah yang memang relatif lebih mengunggulkan budaya tulisan ketimbang budaya lisan demi menginferiorkan bangsa terjajah.

Maka dapat disimpulkan bahwa budaya tulisan lebih tidak penting dibandingkan dengan budaya lisan.

Budaya lisan terkesan tertenggelamkan oleh budaya tulisan yang memang lebih memuliakan tulisan ketimbang lisan.

Namun secara batiniah bangsa penjajah menaklukkan bangsa terjajah dengan menggunakan kebudayaan.